Tutup Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara

Tutup Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara Pidato Presiden Prabowo di penutupan Munas-Konbes NU. Foto: Ahmad Fauzi/BANGSAONLINE

BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Tutup Munas-Konbes 2026, Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama () 2026 bertema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa" di Institut Agama Islam Syaikhona Kholil (INSYA) Bangkalan, Selasa (23/6/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengaku merasa nyaman dan aman berada di tengah keluarga besar .

Ia juga menyampaikan memiliki kedekatan historis dengan lingkungan sejak kecil.

adalah organisasi keagamaan yang sangat nasionalis, patriotik, dan memiliki semangat cinta tanah air yang luar biasa. Sejak awal berdirinya bangsa Indonesia, telah menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah harus berani menyampaikan kondisi sebenarnya terkait berbagai persoalan bangsa, khususnya menyangkut kebocoran kekayaan negara yang selama ini merugikan rakyat.

Ia mengaku terkejut setelah 18 bulan menjabat sebagai Presiden karena besarnya potensi kekayaan negara yang hilang akibat berbagai penyimpangan.

“Banyak kekayaan negara yang seharusnya menjadi hak rakyat justru dinikmati segelintir orang dan sebagian mengalir ke luar negeri. Ini adalah kelalaian bersama yang harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung adanya laporan pengusaha yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Pengusaha bohong, laporan di kecilkan," ucapnya sembari disambut tepuk tangan para peserta penutupan Munas-Konbes 2026.

Presiden turut menyoroti berbagai pelanggaran di sektor kehutanan dan pertambangan, termasuk praktik pertambangan tanpa izin yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi dan berbagai penyimpangan yang merugikan negara.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Gila NU dan Orang NU Gila, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (16)':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO